Rabu, 21 Januari 2015

Siapakah aku ?


Siapakah aku?

Sesosok wanita yang menulis cerita ini adalah anugrah dari tuhan. Keindahan dari jemari yang lincah menulis dari  huruf per huruf hingga menciptakan sebuah cerita yang mengesankan. Kejernihan dalam memikirkan cerita cerita gila, dan selalu membangun suasana dan pengalaman yang amat sangat unik. Mungkin sebagian orang akan mengklaim dirinya sendiri paling buruk / rendah hati. Wanita ini berbeda, dengan tulisan yang menceritakan dirinya sndiri dia ingin menunjukan sisi baiknya pada semua orang. Dan setelah itu si wanita ini ingin sekali mengetahui respon para pembaca.

 Wanita ini sudah terbiasa dengan cemohan, dengan berbagai cobaan dari yang kecil,biasa, sampai luar biasa. Wanita ini sudah mengklaim dirinya sendiri mempunyai keindahan yang luar biasa, dengan pemikiran yang dewasa, kata yang bijak, sudah menghasilkan uang sendiri, dia sudah menjadi wanita dewasa yang sesungguhnya. Dengan Sifat yang homble wanita ini sudah mengumpulkan banyak teman yang macam-macam bentuk dan karakter.

Dengan sedikit bercerita tentang diri sendiri dia ingin menceritakan bagaimana dia hidup dan apa sifat yang dimilikinya. Dengan kehidupan wanita ini mempunyai banyak pengalaman dari kelahiranya dan tempat tinggal. Wanita ini hidup dengan tumpukan pilu dan sedikit kebahagiaan, dengan kehidupannya yang berbagai macam warna dia sudah menjelma menjadi wanita yang emosial dan labil, tapi dulu disaat guncangan hidup antara ibu dan ayahnya.

 Itu cerita lama yang membuat wanita ini kuat, Sekarang wanita ini sudah bangkit dan bergerak cepat untuk menuju kereta yang sudah lama ia tertinggal. Sekarang wanita ini sudah bangkit dan bisa melihat kesegaran dalam kehidupan yang baru, ayah baru,adik baru,rumah baru,teman baru. Semua yang wanita ini miliki sudah lebih dari cukup.

Hidup dengan karakter keras, efek dari masalalu dan dia sudah mengajarkan arti kehidupan kepada mereka-meraka yang pernah mengalami hal yang sama, walau tidak sebijaksana Mario teguh , dia sudah sanggup teguh kepada tuhan , percaya diri, tidak peduli dengan hal yang membuat dia rentan, sudah bertahun-tahun di hidup dengan masalalu suram, namun wanita ini hebat dia bisa bertahan sampai sekarang dengan kehidupan yang lebih baik. Dan sekarang dia berusaha menjadi wanita sukses dan menyusul wanita karir sukses yang disana.

            Wanita yang sedang saya tulis ,yang sedang saya kisahkan bagaikan drama yang biasa saya tonton adalah saya, saya wanita yang terbiasa dengan cemohan,saya wanita yang keras terhadap hidup, saya wanita dewasa yang sesungguhnya, saya wanita yang mempunyai latar belakang masalalu yang suram, dan saya wanita yang menulis kebaikannya untuk semua orang. Dengan nama yang indah saya yulianti marlina sari , pertama kalinya saya bisa mendeskripsikan diri saya sendiri. Dengan penuh percaya diri , semua kisah ini ,semua yang saya tulis ini tulus dari hati.



Rabu, 14 Januari 2015

Resolusi 2015






















Assalamualaikum wr.wb


       banyak kenangan,banyak kisah yang lama terukir di tahun 2014 lalu. 2014 lalu mungkin banyak keinginan yang belum terpenuhi. dan sedikit diantara kalian banyak yang mengalami masa indah dan buruk di tahun 2014. sekarang saya dan kita semua telah hidup di tahun baru di tahun 2015 yang barokah ini dan semua kenangan di tahun 2014 harus terkubur dalam-dalam tapi yang buruk-buruk aja. dan kenangan indah wajib kita simpan dan tabungan untuk masa depan. resolusi untuk tahun 2015 banyak yang ingin saya tulis terutama masalah pribadi.sejujurnya resolusi 2014 banyak yang failed dan sekarang di tahun ini resolusi saya mungkin akan sama dengan yang tahun sebelumnya.

     mungkin resolusi pertama saya lebih memperbaiki kepribadian yang baik dan berbudi luhur. mungkin itu yang paling sulit. mencoba lebih baik dan niat, mungkin menjadi dorongan untuk seorang yang merasa kesulitan. niatan adalah salah satu alat untuk maju, untuk sebuah satu capaian yang spektakuler. memperbaiki kepribadian kepentingan nomor kedua setelah patuh dan taat pada orang tua dan allah. memperbaiki kepribadian yang jauh lebih baik dapat memperbaiki masa depan kita, pasti semua orang ingin sekali mempunyai masa depan yang cerah. kerja keras dan rendah hati yang perlu kita resapi. dapat membuka pintu dan menuju ruangan yang kita nantikan.itu yang selalu saya bayangkan memperbaiki kepribadian dapat mengubah segalanya yang baik.

    resolusi kedua saya memperbaiki badan saya,alias menurunkan berat badan mungkin ini resolusi yang lebih pesifik dan masalah bagi semua wanita yang ada di seluruh dunia. alasan saya memilih menurunkan berat badan untuk resolusi saya adalah karena penampilan juga number 1 untuk masa depan. pada awal saya meragukan. namun jika saya amati memang benar adanya. orang tua saya lebih tepatnya mamah saya paling setres dari pada saya selalu kerja keras untuk membantu saya agar lebih kecil. namun sia-sia saya tidak ada niatan.dan sekarang di tahun 2015 saya akan berusaha lagi untuk mewujudkan keinginan mamah dan yang paling penting diri saya sendiri untuk masa depan saya.

    resolusi memperbaiki pertemanan antar teman,guru, dan orang tua. mereka sangat penting karena merekalah peran penting dalam hidup kita. mereka juga yang mengantarkan kita dalam kesuksesan di dunia.hubungan yang baik mempengaruhi langkah kita kemanapun kita pergi. Teman sesosok teman sebagai pencerah hidup disaat kita sedang suka dan duka, saling membantu dan siap mendengarkan cerita lama dan baru dan mereka teman yang tak kenal khianat. Guru sesosok guru yang sangat mulia dengan kata-kata bijaksana dan nasehat yang terkadang menelan ke hati, namun di balik kata itu guru hanya ingin kalian sukses dan pada saat itu para guru mengetahui bahwa anak didikannya sukses barulah mereka menyebutkan dirinya sebagai guru sejati.guru juga prantara untuk kita sukses contohnya guru selalu mengaliri ilmunya kepada kita dan tak akan pernah lelah sebelum kita  memahaminya. Orang tua adalah peran Terbesar yang kalian miliki tanpa orang tua kalian tak'an pernah ada. orang tua segala-galanya, orang tua adalah  doa terbesar dan terindah untuk kita semua.

   Resolusi terakhir adalah menyesuakan waktu. tanpa kita sadari meremehkan hal kecil bisa berdampak sangat besar. contohnya kita selalu meremehkan waktu, waktu bisa merubah apa saja bahkan bisa merubah resolusi yang saat ini yang  saya tulis. waktu adalah sumber dari segalanya masa depan, masa lalu, masa kini , dan sekarang, jika kita kehilangan sedikit waktu saja, kita bisa kehilangan semua yang kita sedang pegang erat-erat. waktu awalan hidup dan akhiran hidup. waktu memang dapat merubah apapun dan segala hal apapun. jadi alasan saya menulis waktu adalah bagian dari resolusi saya karena waktu memang benar-benar sangat di butuhkan, untuk mencapai sebuah keberhasialan tak hanya ilmu dan motivasi, waktu adalah paten tak dapat di ubah-ubah. maka dari itulah hargailah waktu semampumu yang kamu bisa, jangan sia-siakan waktu berhargamu karna bisa saja waktu pada saat itu mengantarkanmu pada awal dan akhir dari sebuah  kebahagiaan.


segitu aja resolusi saya mungkin sekedar tips saja : sebenarnya resolusi tidak terlalu di butuhkan ,yang benar-benar di butuhkan adalah mau melakukan hal yang udah kita janjikan contohnya yang sedang saya tulis ini. kesimpulannya "tak jauh-jauh dari keberhasilan, keinginan,lebih menghargai waktu. semua yang kita capai adalah milik semua orang yang mau berusaha"
selamat membaca dan terimakasih.

assalamualaikum wr.wb
   













Rabu, 07 Januari 2015

cerpen







 
terkadang seorang wanita perlu menangis saat belenggunya tiba.




Belenggu dalam jiwa


Jejak derita selalu terarah pada diriku mengapa tidak? saat ini kumerasakan kejamnya dunia.saat ini ku terdiam dan membayangkan bagaimana rasanya memakai seragam merah putih lagi. Lagi? Ya dulu sempat ku memiliki namun hanya sekejap, dunia sudah merebut kebahagiaan masa kecilku. goresan-goresan hidup yang aku alami membiasakanku pada pagi hari yang terbiasa tanpa sekolah,disiang hari yang tanpa teman untuk bermain , disore hari mandi tanpa kamar mandi yang layak,di malam hari yang terbiasa merasakan dinginnya malam.

Sempat terbesit ingin ku lenyapkan masa-masa sulit ini dan ku biarkan terbawa angin.sejak ibuku pergi entah kemana hidupku hanya didampingi oleh senyuman sang ayah yang selalu menguatkanku,menyadarkanku, betapa berharganya hidup kita ini.hidup serba sangat kekurangan makan pun tak bergizi,tempat pun tak layak huni.ingin rasanya aku memarahi duniawi,tak sanggup ku melihat harga diri . Selalu hariku diselimuti kalbu api,diterjuni tetesan air .pada saat itu hanya ayahlah supermen sekaligus wonderwomenku. Betapa bangganya ku pada ayah.

“Sudahi saja ingin rasanya ku meninggalkan rumah tanpa kehidupan seperti ini!.”ujar ibu seraya menyepakkan baju siap-siap meninggalkan rumah.                                                                                   “pergi dari sini dan bawa anak laki-lakimu bersamamu biar yuli bersamaku!.” Ujar ayahku seraya membentak
Setelah itu hitam ,setelah itu gelap. Entah apa yang mereka bicarakan sehingga adekku menangis menatapku.aku sadar itu bukan perkelahian yang biasa.aku hanya terdiam diri dan berdoa semoga hanya mimpi. Setelah ku buka mataku hanya ada ayah tertunduk lemas menangisi penyesalan,ku tak berani membuka mulut untuk menanyakan kemana ibu? Kemana sakti, adekku? Aku baru sadar itu bukanlah mimpi.

  Memulai hari dengan kegelapan, tanpa arti, tanpa kasih sayang ibu,tanpa sesosok adek yang menjengkelkan. sudah terbiasa hari-hariku setelah beberapa bulan ibu dan adekku meninggalkanku. Dunia mulai memainkan diriku! di bandung ku menetap dengan ayah disana ku biasakan bahagia tanpa ibu,kubiasakan memakan masakan ayah, kubiasakan telinga hening tanpa ada yang mengomeliku, ku biasakan tersenyum lebar jika ayah menanyaiku,
 “tak rindukah anakku dengan ibumu?” sambil mengelus rambutku,                                                         “rindu yang amat teramat rindu,apakah ayah pun begitu?”dengan diakhiri senyuman menahan tangisan yang sudah membludak.“ini keadaannya kita tanpa ibu kamu harus terbiasa ini pilihannya nak.”itulah ujarnya setiapku menanyakannya,aku sadar ayah pun begitu rindu tapi memang ini pilihan ibu.

Beberapa bulan bahkan hampir setahun ku tanpa ibu semua yang aku lakukan hambar tapi ku berpura-pura menikmatinya,hutang sana-sini ,ayah pengangguran,ibu tak ada ,akhirnya tak sekolahpun juga pilihanku. Bagaimana ku sekolah, untuk makan saja ayah masih hutang. Pada awalnya aku merasa malu memiliki ayah seperti itu.tapi ini kenyataan yang harus kuterima. Entah apa yang sudah direncanakan ayah, ayah memutuskan untuk pergi dari bandung dan mencari kota yang cocok untuk aku dan ayah. Dari  sini kehidupanku yang sebenarnya dimulai.

“mengapa kita berada disini?” ku heran melihat ayah memasuki area pabrik tua
.”kita akan tinggal disini beberapa hari menunggu ayah mendapatkan rumah”.                                 “dimana kita ini ayah?.sekali ku Tanya dengan heran. “kita menginjakkan kaki kekota bogor,disini ayah ada saudara tapi kamu tak boleh kesana!”ujarnya setengah membentak.

 Aku resah mendengar jawaban ayah tak biasanya dia seperti ini, ada apa dengan kota ini? Mengapa ayah memilih kota bogor?,mengapa aku tak boleh kesaudaraku sendiri?. Tak sadar dengan percakapan kami ayah memilih tempat yang benar-benar tempat yang seperti sampah bagiku, “ayah mengapa ayah tega memilih tempat seperti ini untuk anakmu !”kali ini aku benar-benar murka.
Rasanya ingin mengutuk ayah kali ini benar-benar tak masuk akal , tidur di angkot tua tanpa kaca , kumelihat dalamnya saja hancur berantakan banyak pecahan kaca tergeletak puas. Lebam hati ini  benar-benar hancur hidupku ini sampai-sampai angkot tua menjadi rumah kita untuk malam ini. Aku merasakan diriku satu-satunya yang sangat miskin dan hina di dunia ini. Setelah ku memarahi ayah ku merasa bersalah tak seharusnya ku mengatakan  kata kasar padanya bagaimanapun juga ayah sudah berusaha untukku. Ku melihat ayah membersihkan isi angkot yang banyak pecahan kaca agar ku bisa tidur tanpa dilukai ,mataku hanya terarah pada derita tajam ini . “tidur sebelah sini nak,ayah sudah menyiapkan tempat tidurmu dengan nyaman” seraya menepuk tempat yang seharusnya tidakku tiduri. Dan membuyarkan lamunanku , aku memasuki dengan berat hati setelah masuk aku menemukan jajaran bangku yang satu sudah tertata dengan banyak selimut dan satunya kosong tanpa sehelai benang,

“dimana aku tidur ayah ?” “sebelah sini anakku,ayah sudah menyiapkan tempat tidur yang nyaman ayah sudah melapisi beberapa selimut untuk tempat duduk angkot menjadi tempat tidur yang empuk,agar kamu nyenyak nantinya.
“bagaimana dengan ayah,tak ada bantal, tak ada selimut, tak ada lapisan empuk untukmu ?.  “jangan kwatirkan ayah, tempat seperti ini saja ayah sudah sangat merasakan nyaman asalkan putri ayah nyaman. jawaban  ayah bagaikan petir yang menyambar lurus hatiku,merasakan tersayat diluka diatas luka, mulai kurebakan badan ini dan merasakan dinginnya malam tanpa atap dan jendela.
          Suara hentakan keras membangunkan ku,perlahan ku membuka mata ,dan sedikit berharap ku tak ditempat yang sama seperti semalam. Kekecewaan di pagi hari sungguh terlihat bagaikan di negri dongeng ,bagaikan aku dan ayah menjadi  kawanan raksasa jahat,  raksasa jahat di dunia nyata adalah dunia yang kejam , hidup mengartikanku ketabahan dan kesadaran yang kuat,ketabahan dengan kondisiku sekarang dan kesadaran dengan kondisi disaat ini aku sadar harus tabah.
          “ayah apa yang sedang engkau kerjakan?” aku tampak  heran karena ayah mengerjakan sesuatu di bawah pohon mangga yang amat besar. “ ayah sedang mengerjakan rumah buat kita tidur walau tanpa dapur,tanpa ruang tamu,tanpa kamar mandi." ” Itu bukan rumah ayah itu pantas disebut  gubuk.” Dengan menahan bendungan air mata."                      
“maafkan ayah, ini yang ayah bisa lakukan untuk kita meluruskan hidup”
          Beberapa hari ayah hanya mengerjakan rumah tidak tapi gubuk lebih tepatnya. Dalam beberapa hari juga aku dan ayah hanya memakan bubur,bubur dan bubur. Dengan modal batu bata di tumpuk untuk dijadikan kompor, benar-benar hancur hidup ku saat ini ,mungkin seterusnya. Setiap hari bosan dengan nasehat ayah yang setiap harinya sama. Sangat memuakkan, menjengkelkan , dan saat itu juga aku sudah menganggap ibuku mati. Mungkin ibu dan sakti disana berkecukupan dengan uang berlimpah , sedangkan aku berlimpah keterpurukan.

          Sudah berhari-hari ku menetap di pabrik natathecoco tua ,tanpa teman,tanpa sekolah,tanpa keluarga yang menyemangatiku. Cukup lama ayah membangun gubuk untuk aku dan ayah menghilangkan penak yang kita rasakan. Gubuk sudah jadi ayah merasa bangga karena ayah yang mengerjakan sendiri dan aku hanya tersenyum pait melihatnya. 
   “nak ini rumah kita kamu bisa tidur disini tidak lagi diangkot butut itu lagi.” 
 “apa bedanya angkot butut itu dengan gubuk yang lebih butut ini?sama-sama tak layak.” 
“nak ayah berharap tak akan lama disini dan mari kita berjuang bersama-sama untuk menaklukan dunia”
dengan senyuman hangatnya. Nada dan perkataanya masuk dalam jiwa dan menyadarkanku kembali.
          
“apa ayah hanya seperti ini tidak melakukan apa-apa?” 
   “ayah akan menjadi supir di pagi dan sore hari ,dan malam ayah akan menjadi tukang tambal ban.”
          Ya tuhan mengapa kau beri cobaan sedemikian beratnya untuk kami. aku benar-benar tak mampu untuk menampung semua masalah,semua teluk derita. Tak mampu ku simpan dalam luka,tak mampu ku simpan dalam dada. jiwaku tak mampu menahan rasa yang ada.
Belengguku tak sepadan dengan masalahku, kehidupanku membuat banyak pertanyaan, kasian sekali diriku hanya mempunyai setengah petak untukku merebahkan penat.

          Awan di langit biru menunjukan hari yang sangat cerah,berbulan-bulan ku tinggal di tempat kumuh,tanpa rumah yang kokoh,ku berpijar disini. Dengan penghasilan ayah tak seberapa,hanya bisa membeli tiap harinya dengan menu yang sama yaitu tongkol. Mungkin ini masakan mewah untuk ayah dan aku. Setiap harinya ku terbiasa dengan hidup seperti ini dari hal terkecil ku sudah mengartikan ini keluarga kecilku dengan ayah dan gubuk yang menjadi rumah ketika di malam hari.bersyukur dari apa saja yang aku dapatkan.\

   “yah ini makanannya ini jatah ayah.”
“dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli makan?” Tanya ayah dengan heran                             “hanya pekerjaan ringan yg bisa aku lakukan ayah, mencoba berjualan plastik besar di pasar untuk membantu ibu2 yang membeli banyak bahan makanan,dan ojek payung, ini kan musim ujan yah, ini yang aku lakukan baru-baru ini”
“kenapa kamu bekerja keras seperti ini nak, biar ayah yang mencari nafkah kamu tetap disini di gubuk ini !”suara ayah teriris saat mengetahui anaknya bekerja untuk menghasilkan sebuah nasi dan tongkol.diusiaku mungkin belum pantas untuk dikatakan dewasa  bahkan remaja,memang aku yang nekat untuk bekerja karna aku tak tahan karena hanya ayah yang mengeluarkan begitu banyak keringat.
          Saat itu aku mempunyai teman yang  sama-sama senasib, hidup dengan liar,tanpa batas,tanpa aturan, itu yang  aku rasakan. Hancur kehidupanku,hancur masa depanku. pemikiran itu yang selalu terbesit. Sebelum itu aku juga mempunyai teman yang lebih diatasku dia bermain denganku tapi lama-kelamaan aku hanya sebagai pajangan bagi mereka,sebagai umpan maianan. Benar-benar tak adil di masa kecilku sangat menyedihkan. “kamu itu miskin jangan bermain dengan kita” “iya iya enggak ada ibunya juga! jadi gag ada yang ngerawat dekil gitu.” Itu yang dilontarkan anak-anak kaya kepadaku. Mulai saat itu aku menjauh dan menghilang. Yang aku lakukan hanya berdiam di gubuk dan ngojek payung tanpa sepengetahuan ayah.

          Pagi hari aku tebangun karena ayah membangunkanku, ayah meminta tolong hari ini aku yang masak dan ayah tidak bekerja dikarenakan sakit,namun berhari-hari sakit ayah makin lama makin parah. Ayah tak bisa bicara, tak bisa menggerakan setengah tubuhnya . dan orang-orang pabrik menyebutnya rematik. Aku terkaget dan bertanya apakah ayah akan meninggalkanku?. Bertambah perih batin ini kenapa begitu berat cobaanku kali ini. Tumpah ruah deritaku,apa yang ingin ditunjukan tuhan untuk aku kali ini.
“yah makan bubur dulu ya biar cepet sembuh?”
“iiiiiya” jawabnya terbata-bata
“yah jangan pernah tinggalin yuli sendiri di gubuk ini ya yah, cukup takut yuli disini sendiri disaat ayah kerja.” Derai air mataku bertumpah tak kuat menahan kelelahan hidup,kebelengguan dalam jiwa. Dan ayah hanya menjawab dengan tetesan air mata juga.

           Lama ayah menderita rematik dan setiap harinya aku yang merawat ayah. Memandikannya,menyiram kotorannya. Berminggu-minggu ayah sakit seperti itu. Banyak orang yang berdatang dari teman yang dulu, teman kerja, tukang bengkel.dan yang lainnya. Mungkin orang-orang berdatangan membawa berkah juga,karena banyak makanan dan uang pun cukup untuk membeli beras dan dimasak menjadi bubur.  Itu juga aku berkesempatan untuk tidak mengojek lagi karena aku fokuskan untuk merawat sang ayah tercinta agar lekas sembuh.

              hari dan keadaan yang benar-benar aku takuti benar-benar nyata menimpa diriku. Ayah benar-benar meninggalkanku. Ayah meninggalkanku tanpa rumah,dan ibu yang menggantikannya.relung kisahku selalu sedih,selalu menderita,selalu gelap. Ingin sekali ku merasakan cahaya kehidupan yang damai. Ayah meninggalkan ku dengan tenang. Tapi aku disini tak memiliki siapa-siapa terdiam melihat ayah tidur dengan senyuman hangatnya,tidur tanpa mengigau,tidur tanpa baju yang selalu ia pakai, semua kisahku dengan ayah cukup sampai disini , ayah mengajariku gelap didalam cahaya, kehidupan miskin tapi kaya bahagia. Ayah selalu mengajariku lebih baik tangan di atas dari pada dibawah, namun aku susah menerapkannya bahwa aku memang berada di tangan bawah. Selamat tinggal ayah terima kasih untuk semua yang ayah lakukan,yang ayah berikan, terimakasih atas rumah mungil yang menemani aku dan ayah tidur. Terima kasih telah mengajariku memasak bubur hambar,terima kasih telah mengajariku kesederhanaan, terimakasih semuanya. Aku iklas ,aku ridho, semua yang aku ucapkan tidak berarti apa-apa untuk mu selama ini yang selalu menjadi panutanku ayah. Kisah ini sekaligus cerita terakhir untuk kehidupanku seperti ini dan hanya aku yang merasakan seperti ini . merasakan perih,gelap,sakit.hanya aku.

            Kehidupan itu bagaikan roda selalu berputar dan berubah arah. Sama dengan kehidupan kita selalu berputar pada perasaan,pada keinginan.berubah pada materi kaya menjadi miskin, dan miskin menjadi kaya. Allah adil dengan kehidupan kita namun tergantung kita seberapa dekatnya kita dengan allah, selalu syukuri apa yang kita punya.perubahan hidup memang membuat kita lupa dengan siapa kita diciptakan, dengan apa kita hidup. Dan sering kali saya alami , namun dengan jalannya waktu saya menyadari keadaan seperti ini banyak hikamah, allah mungkin mempunyai alasan tersendiri.
Ketika ingin mengatakan “ingin hidup seperti ini” namun teringat keadaan yang sekarang seperti apa sangat mustahil. Ingin bahagia tanpa rintangan untuk apa hidup hanya merasakan gula saja, untuk apa hidup dengan satu warna , dengan satu tujuan, dengan satu keinginan. Tak beragam. Kehidupan itu banyak warna,banyak rasa itu nama kehidupan yang nyata, ternilai dan sangat berharga, banyak kisah yang ingin ku tulis namun ku urungkan niat karena masih banyak diluar sana  yang menulis kisah yang mungkin akan lebih perih dengan kisahku ini.
Untuk terakhirku ucapkan, terima kasih ayah , terima kasih telah menjadi pahlawanku.








                                              
                                               ~SELAMAT MEMBACA~